Being Married and Pregnant

Hi Dear,

Wew. I’ve been abandoned my blog for a quite long time that you missed a lot of what happened in my life.

Here’s the thing: LIFE IS PRETTY MUCH DIFFERENT NOW. 🙂

Guess what?

#1 : I’M A MARRIED WOMAN

Yes, dengan pria yang sempat beberapa kali gue mention di postingan sebelumnya termasuk postingan galau gue dimana gue sempat break-up dengan dia. He’s the one now.

Officially Mrs. Abhirama

Officially Mrs. Abhirama

Ini ada website pernikahan gue lhoo.. CLICK HERE. Biasa deh buat gaya-gayaan aja. Ini buatan gue sendiri kok 😀

May 26, 2013 is the official date of my marriage. Dari mulai lamaran hingga pernikahannya aja sudah banyak banget ceritanya. Hebohnya mempersiapkan, mempersatukan dua keluarga yang berbeda (yang sangat tidak mudah sodara!), hingga akhirnya resmi dan cerita honeymoon yang seru.

Honeymoon : Our perfect villa in Nusa Dua

Honeymoon : Our perfect villa in Nusa Dua

 

Kuta Beach - Honeymoon

Kuta Beach – Honeymoon

Being married is not a big gap, really. I mean yah, when you’re in a relationship for too long (I dated this guy for more than 5 years until we tied the knot) and then you’re married with that person, loe gak akan ngerasa terlalu shock dengan hal-hal baru tentang dia.

Hanyaaa.. You can do anything you want with him. Hyahahahha… you know what I mean. 😆

Yah, not really about sex 😀 . It’s about building a new life. Semua yang loe punya kali ini loe share berdua. And it’s a quite good feeling to know that no matter what happened, you have someone else. Marriage is pretty cool actually when you meet the right person. He’s not always right for everything, for everybody. But he’s right for me. (caelaahhhh Desti sekarang jadi tambah wise soal cinta euy! bhahahha 😆 ini gak ngutip dari mana-mana lho ya, bener-bener baru pop up di kepala gue ketika gue ngetik barusan sambil ngeliatin si suami masih molor jam 7 pagi di hari Minggu ini) 😆

 

#2 : I’M A PREGNANT WOMAN

Nyahahhaha… Setelah nge-gym setaun dan get in shape (I lost 20 kg really) sekarang waktunya untuk menggendut kembali. I’m back for good. Saat gue menulis postingan ini, gue sudah hamil 14-15 minggu. Atau sudah mau 4 bulan.

HEHHH… ITUNG YANG BENER YA! Gue gak pake DP duluan kok. *langsung sensi* 😆

Gue malah kosong 2 bulan setelah nikah. Maklum, bulan pertama masih sama-sama bego gak ngerti pegimana caranyah.. :shy:

Waktu bulan pertama setelah nikah, gue sempat telat mens sampai 9 hari. 9 hari guys!! Semua teman kantor gue sudah menyarankan beli testpack. Dan hasilnya (-) semua. Dan akhirnya setelah 9 hari gue Haid juga.

SUNGGUH PHP SEKALI!

I believe, intusi, feeling atau apalah itu emang dipunya semua manusia. Someday, gue balik dari kantor dan dijemput suami tiba-tiba gue merasa aneh dan kata pertama yang disampaikan ke suami gue begitu sampai ke tempat dia nunggu adalah : “Kayaknya aku hamil deh.,”

Suami  : “Kok bisa ngerasa gitu?”

Gue: “Gak tau, feeling aja..”

Suami : 🙂 “Ayo deh naik…”

Setelah itu gue suka sakit-sakit gak jelas. Demam gitu. Dan entah kenapa si suami tidak membiarkan gue minum obat apapun atau ke dokter. Mungkin dia feeling juga kayaknya. Mana tiba-tiba dia kepengen banget mangga lagi.

Dan….. Kali ini gue telat lagi. Sudah hampir seminggu, laki gue bilang beli testpack lagi. Karena gue masih rada bete di PHPin bulan lalu, gue agak males-malesan belinya sambil bilang “Palingan telat lagi kayak kemarin”.

We both agreed hamil gak hamil, ketelatan ini harus diperiksakan ke Dokter Kandungan.

Akhirnya gue bilang “Ya kamu deh yang beliin testpacknya.” Dan beneran dia yang beliin Jumat malam, 23 Agustus 2013. Karena testpack itu lebih greng hasilnya di pagi hari (pipis pertama) jadi gue besokin aja.

Pagi hari gue kebelet pipis dan hampir lupa. Akhirnya bawa itu testpack sambil minta temenin si suami. Pas nyemplungin itu testpack……………

Keluar garis satu.

Gue : “Ahhh… Tuh kan, negatif lagi…” (sambil nguap nengok ke arah suami, lalu balik liatin test pack lagi)

Tiba-tiba, muncul garis kedua samar yang makin jelas.

Gue dan Suami : (liat-liatan bengong)

Gue : “Mana petunjuk penggunaannya coba???”

Suami : “Iya mana ya coba baca lagiiii…”

Heboh tenan pagi itu. Dan pas baca lagi, bengong lagi sambil cengar cengir. 😆 Dan gue minta laki gue ke apotik lagi beli testpack lain. Dan gue coba siang hari dan (+) pula. We found out your existence baby…. 🙂

Hasil Test Pack \(^^)/

Hasil Test Pack \(^^)/

Denger detak jantungnya pertama kali ketika 7 minggu : KEREN BANGET.

Bapake ampe bilang “Ini lebih keren daripada Radiohead…”

So, we’re gonna have to wait until more or less 6 weeks to found out the baby’s sex. Boy or girl, gak jadi masalah asal sehat, sempurna, tidak kekurangan apapun. Yah, doa semua yang akan jadi orang tua.

Terus terang, gue banyak khawatir, banyak parno hingga saat gue nulis ini. Takut keguguran lah, bayi nya gak berkembang, or gak sehat. (amit-amit nauzubillah min dzalik). Maklum, first time pregnancy kan. Apalagi kemarin gue cek sempat ada infeksi. I hope it doesnt affect my baby. To share everything with partner is the best. Suami alhamdulillah gak pernah berenti nyemangatin dan menenangkan.

And we have to wait until end of April or early of May 2014 to have the baby delivered.

Semua daku sehat, baby sehat.. Semuanya berjalan baik. We will do our best. Semoga dedek sehat dan sempurna ya..~

Oh iya, ini foto si debay ketika usia 11 minggu dalam kandungan:

USG 11 Minggu

USG 11 Minggu

Keliatan kan? Kepalanya.. dan kaki mungilnya. Sehat yaaa :kiss:

Advertisements

2 thoughts on “Being Married and Pregnant

Eh.. Eh.. Tulis Komen-nya Dulu Dong..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s